Ruang pertemuan begitu memusingkan. Jenderal tertinggi The Victory berulang kali beradu argumen dengan Sora. Lihatlah, kini pipinya berdarah disobek wakizashi hanya karena salah pemilihan kata. Aku berani bertaruh nyawa, setelah pertemuan ini Sora akan menantangnya di gelanggang. Diantara semua keributan itu, aku duduk di sidut ruang menikmati pertunjukan. Sora berdiri menawan menjelaskan rencana. Disisinya, Kyrene nampak serius mengetikkan sesuatu di laptop. Pasti pelerjaan yang dibebankan Sora sangatlah banyak hingga matanya tak sekalipun melihatku. DUG! Sebilah wakizashi menancap tepat disamping kanan kepalaku. Nafasku tertahan menyaksikan bagaimana mata pisaunya hampir menyambangi pelipisku. Aku menoleh ke arah lemparan. Sora dengan air mata menggenang di pelupuk menatap

