"Tuan Thomas." seorang lelaki diujung meja membuka suara. Kepalanya condong miring menyempurnakan pandang, "Karena keterlambatku, aku baru menyadari ada wajah baru yang duduk diantara kita hari ini. Aku rasa, tak elok bila makan semeja tanpa saling mengenal. Bukan begitu, Tuan?" Yang berbicara itu adalah pemimpin The Marrakesh. Seorang rubah berkepala manusia yang sangat lihai dalam permainan judi, Mr. Pierre. Kami pertama kali bertemu di Tusk Rio Casino, Afrika Selatan, saat Mr.Thomas menjebakku pada kencan buta dengan Dario. Wajah khas serigala berbulu domba dengan mulut berbisa manis itu menyambut hangat perkenalkan kami. Entah kenapa, aku tidak menyukainya sejak hari itu. Mr. Thomas berdehem, matanya bergantian menatap Mr. Pierre dan seorang lelaki asing dise

