Raihanah terdiam menatap pintu, rasanya cemas, suaminya tak kunjung masuk kembali, padahal tadi, pria itu hanya mengatakan sebentar saja. Wanita itu kembali menunduk dan memegang perutnya. Dia tersenyum. "Ada anak Mas Dokter di sini," gumamnya. Wanita itu kembali melihat ke arah pintu, rasanya tak sabar untuk melihat suaminya. "Apa ini bawaan bayi?" Raihanah pun sedikit tertawa, rasanya dia belum pernah merasa semanja ini pada siapapun. "Aku susul saja, siapa tau Mas Dokter di luar." Perlahan, Raihanah turun dari ranjang, dengan mendorong tiang infus, wanita itu melangkahkan kakinya melewati sofa tamu dan sampai di pintu. Karena tenaganya masih lemah, Raihanah membuka pintu perlahan. Dan, saat itu dia mendengar sesuatu yang membuat dia bingung sekaligus penasaran, apakah yang dise

