106. Ancaman Regina

1521 Kata

"Mas mau nambah?" "Hm, nambah yang semalam boleh?" tanya Affan. "Mas, serius dong," ujar Raihanah dengan pipinya yang merona. Affan kemudian menggenggam erat tangan istrinya. "Andai bisa, aku tak mau melewati waktu meski hanya sedetik denganmu, sayang." "Ih, pagi-pagi gombal banget." Raihanah langsung melepas genggaman tangan suaminya. "ayo lanjut sarapan, nanti telat, dah jam setengah delapan ini." "Hm, baiklah, aku ada praktek jam sembilan, tapi nanti, papanya Selvy minta ketemu," ujar Affan sebelum mulai mengunyah makanannya. Raihanah terdiam, wanita itu memikirkan kembali Profesor Yoga, rasanya dia ingin sekali melihatnya dan mengetahui keadaanya. "Kenapa melamun sayang?" tanya Affan. Raihanah menatap pada suaminya, ragu ingin bertanya tentang bagaimana keadaan Profesor Yoga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN