99. Sample Darah

1540 Kata

Affan meraih setir mobil dengan tangan gemetar, mengarahkan kendaraannya menuju Rumah Sakit dengan hati yang berdebar. Raihanah duduk di sebelahnya, tatapannya kosong, penuh dengan kecemasan dan kekhawatiran. Di benaknya, wajah Profesor Yoga terus berputar, memberikan perasaan gelisah yang sulit dihilangkan. Sejak tadi menerima telepon bahwa Profesor Yoga mengalami serangan jantung telah membuat Affan terkejut. Begitu pula dengan Raihanah, dia tiba-tiba merasa sedih dan cemas, hatinya berkecamuk karena dia telah mengenal pria tua itu meski hanya sebentar tadi sore. Entah kenapa, dia merasa terhubung dengan Profesor Yoga dan merasa bahwa kesehatannya adalah tanggung jawabnya juga. Saat mobil tiba di area parkir Rumah Sakit, Affan menghentikan mesin dan keluar dengan cepat. Raihanah mengik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN