87. Akta Kelahiran

1039 Kata

"Capek?" "Hmm ...." Raihanah memejamkan matanya saat merasakan kecupan di puncak kepalanya. Wanita itu tersenyum seraya menghela napasnya perlahan, malam ini, dia sangat merasa bahagia atas segala perlakuan Affan padanya. Kemudian, Raihanah melihat ke arah perutnya. Affan membelainya. "Mas ...." "Aku, ingin punya anak darimu," ucap Affan. Raihanah pun tersenyum lebar. "Aku juga," jawabnya. Hingga kemudian, Raihanah berpikir, apakah akan baik-baik saja jika dia hamil dalam waktu dekat sementara suaminya masih merahasiakan pernikahan mereka pada orang lain. "Mas ...," ucap Raihanah. "Hm, kenapa sayang?" tanya Affan, dia kembali mengecup puncak kepala istrinya. "Em ...." Raihanah tiba-tiba merasa ragu. "Ada apa, katakan apa yang mengganggu pikiranmu?" tanya Affan, dia pikir ist

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN