"Di mana Affan?" Devina terus mencari keberadaan Affan, dia benar-benar merasa perlu bicara dengan pria itu. "Harusnya aku tak mengatakan itu semua, kamu terlalu percaya diri Devina," gumam Devina, dia terus berjalan mencari keberadaan Affan. "Oh, jangan-jangan dia pulang, parkiran, akhir-akhir ini dia lebih suka parkir di belakang, lebih baik aku ke sana." Devina pun segera menuju parkiran belakang Rumah Sakit. Dia benar-benar harus bicara dengan Affan lagi, jangan sampai Affan menjauh darinya. "Itu Affan," ucap Devina saat melihat Affan bersiap masuk ke dalam mobilnya. "Affan!" seru Devina. Namun Affan tidak mendengar, pria itu sudah lebih dulu masuk ke dalam mobilnya. Devina pun mempercepat langkahnya, ingin menyusul mobil Affan, namun dia terlambat, mobil Affan sudah lebih

