“Tempatnya bagus banget,” ucapku yang berdiri di samping Rose, tepat di rumah kayu yang tersembunyi diantara rimbunan hutan. “Ya, tempat yang benar-benar nyaman dan,” Rose mengangtungkan kalimatnya untuk beberapa saat sebelum terdiam dan menghela napas, “aku rasa aku gak cocok ada di tempat ini Al.” “Kenapa? Apa alasan kamu bisa bilang kayak gitu? Aku rasa, kamu cocok di tempat ini, alamnya seperti menyatu dengan kamu dan aku rasa kamu emang bagian dengan alam di sini.” Rose tertawa pelan, “Kamu tau dari mana kalau alamnya menyatu sama aku?” “Tau dari apa yang aku lihat Rose, kayak waktu pertama kali kita ketemu, alam seolah ngasih tau kamu kalau ada aku di sini, kedua adalah saat tadi kita baru sampai, tiba-tiba banyak hewan yang datang seolah menyambut kamu datang kembali Rose. Menur

