Samuel berjalan ke arahku, dia mengangkat tingi-tinggi kantung yang ia bawa, semerbak wangi makanan tercium di indra penciuman aku. Aku tersenyum, menepuk kursi yang ada di sebelahku. Hari ini sedikit lebih longgar dari hari kemarin, beberapa permasalahan dari penelitian juga udah bisa diatasi sama profesor Hangga. Oh iya ngomong-ngomong tentang profesor Hangga, aku jadi inget masalah kemarin yang aku membuat panik banyak orang, terutama Joe, kak Fincent, Samuel, profesor Hangga dan yang pasti Zack. Dini hari tadi mereka datang ke kamar aku, membuat kegaduhan dan mencecar aku yang kata mereka bikin khawatir apalagi ini di desa Awan yang keamanan desanya gak seketat kota. “Nih aku bawa makanan manis, dari kepala desa tuh,” ucap Samuel meletakkan satu kotak kue, “oh iya Al, makasih ya uda

