Semua terlihat ragu saat aku sudah bersiap dengan pakaian pelindung yang sangat terasa menyesakkan, terutama bagian yang tersambung langsung dengan tabung oksigen, jaga-jaga jika tidak ada udara saat aku sampai di tempat nanti. Kita masih belum tau, mesin ini akan membawa kita di tahun berapa dan kemana, berjaga takut aku tidak bisa bernapas di sana. “Hati-hati ya Al, jangan lupa terus berkabar lewat monitor, persediaan makanan dan minumannya udah ditaruh dibagian belakang, stok oksigen juga udah kita taro di sana ya Al. Hati-hati, kita gak tau perbedaan ruang dan waktu itu bakal kayak gimana,” ucap profesor Hangga yang memegang lenganku dengan erat, raut wajahnya sama sekali gak bisa membohongi kalau dia takut meninggalkan kepergian aku dalam beberapa saat ini, dia menghela napas dan mel

