Wirda mengingat semua perbuatan buruk Papinya kepadanya, Maminya dan kedua kakaknya. Terlebih lagi kepada Maminya yang telah lama bertahan dengan Papinya, yang telah menyakiti hati Maminya selama bertahun-tahun. Ia ingat bagaimana air mata Maminya tumpah setiap melihat perselingkuhan Papinya dan benar saja melepaskan Papinya membuat Makinya lebih bahagia seperti sekarang. "Aku bukan Mami Mas, yang bisa sabar melihat tingkah laku suaminya dan memaafkannya berulang kali. Kalau aku jadi Mami mungkin aku ini nggak akan terlahir kedunia sebagai anak Papi," ucap Wirda. Ia ingat cerita Maminya jika perselingkuhan Papinya itu terjadi, ketika Maminya itu sedang mengandung Kakak sulungnya hingga suatu hari Papinya datang dengan membawa Aruna yang masih kecil dan mengatakan jika Aruna, adalah putri

