Jangan bertengkar

1122 Kata

Megan menahan diri untuk tidak menangis, namun entah mengapa hatinya yang menghangat membuatnya meneteskan air matanya. Bagaimana tidak selama ini ia merasa sendiri dan sekarang ia ternyata benar-benar memilki seorang Kakek yang menangis untuknya. Dulu ketika ia masuk kedalam penjara karena kesalahannya kepada Aruna Wiyasa, tidak ada satupun orang yang merangkulnya dan menangis sedih seperti ini. Yang ia harapkan saat itu kehadiran orang-orang terdekatnya yang datang merangkulnya dan mengatakan, jika ia harus melupakan Aruna Wiyasa lalu berhenti mengganggunya. Menasehatinya dengan keras dan berusaha membujukknya agar ikhlas menerima penolakan Aruna, tapi bukannya mendorongnya agar melakukan hal gila demi kesenangannya seperti yang pernah dilakukan Janu. Dulu Janu bahkan terlihat tidak pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN