Part 25

813 Kata

Melihat Fiona mendengarkannya dengan mudah, Sofia merasa bangga. Ia tersenyum dan berkata, "Baguslah kalua begitu. Kau dan Kakakmu adalah darah dagingku. Aku tidak ingin kalian berdua terluka. Ini semua salah Mark. Mulai sekarang, jangan bahas ini lagi!" Setelah berkata demikian, dia mengambil sapu tangan di tangannya dan menyeka air mata di sudut matanya, tampak seperti seorang ibu yang baik hati dan sangat bahagia. Melihat kemunafikan Sofia, Fiona mencibir dalam hati. Si "ibu baik hati" itu memang mendorongnya sampai mati. Namun ia bukan lagi Fiona yang polos dan acuh tak acuh seperti dulu. Fiona ingin melihat bagaimana ibu baik hati ini akan terus berpura-pura. "Ibu, jangan khawatirkan aku. Kesehatan Kakak lebih penting sekarang!" Fiona dengan tenang menarik tangannya, lalu mengang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN