Perusuh

2792 Kata

Angin pagi di kaki gunung terasa sangat dingin ketika menerpa wajah. Mia bahkan sampai mempererat jaketnya karena dia masih merasa kedinginan meski sudah mengenakan pakaian double. Dia juga sudah membungkus kepalanya dengan benie. "Ini jalannya. Ayo naik ke atas," kata Oma. Wanita tua itu saja masih nampak kuat jika disuruh berjalan menaiki bukit ini. Dia membawa tongkat untuk membantunya berjalan. Dan juga jangan lupakan seorang perawat yang memang dipekerjakan secara pribadi oleh mereka. Dia adalah karyawan lama di rumah utama yang memang disekolahkan untuk tugas seperti ini. "Pak nanti di depan sana ada tangga batu yang licin. Jadi nanti Bapak jangan lupa buat pegangin Ibu," ucapnya. Sabda mengangguk dan masih meninggalkan pandangan penuh kecemasan pada keduanya. Sabda langsung berba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN