Hampir Selesai

1512 Kata

Tama melihat Sabda yang sudah kembali. Karena dia tidak tahu kondisi Mia, dengan cepat Tama langsung berinisiatif untuk mendekat. Dia segera memimpin Sabda untuk melangkah menuju ruangan Satria. "Gimana kondisinya dia sekarang?" Sabda bertanya. Tama hanya menggelengkan kepalanya sebelum menjawab. "Gumpalan darah yang ada di otaknya tiba-tiba menyebar dengan cepat ke area-area yang sangat berbahaya. Kami nggak punya pilihan lagi selain melakukan operasi kedua untuk Satria. Gue nggak tahu sekarang, apa dia berhasil selamat atau nggak. Btw, Mia mana?" Dia tidak menemukan keberadaan wanita itu dan hal aneh yang tidak biasa itu membuat rasa penasarannya membuncah. Sabda segera menggerakkan tubuhnya untuk berhadapan dengan Tama. Dia mendengus kesal. Saat ini Mia juga sedang terbaring di rumah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN