Tama yang sejak tadi menyimak obrolan keduanya langsung menganga tidak percaya. “Jadi… bocah yang selamatin Sabda waktu kecil itu, Mia?“ tanyanya. Sang tokoh utama yang sedang dibicarakan hanya diam. Dia masih tidak mengingat tentang kejadian itu. Bahkan meski dia berusaha untuk mengingat, kenangan itu masih tidak dia temukan di kepalanya. “Oh my God. Takdir macam apa ini. Bukannya kisah kayak gitu cuma ada di film-film, ya?“ Dia berbalik untuk menatap Sabda. “Pantas aja lo bilang nggak bakal lupain soal gadis itu. Ternyata dia istri lo sendiri.“ "Berarti seharian ini dia cuma habisin waktu buat cemburuin dirinya sendiri?“ Indah mengerling jahil pada Mia saat mengatakan itu. Berbeda dengan reaksi orang-orang. Sabda malah nampak kecewa. Fakta bahwa Mia lupa tentang kejadian itu membuat

