Setelah sampai di rumah, suasana yang terjalin di antara ketiganya terasa sangat dingin dan mencekam. Dimas benar-benar malah kali ini karena keteledoran orang tuanya. Dia juga protes soal jimat yang Sinta berikan. Dia hanya tidak habis pikir kenapa mereka bersekongkol untuk menjatuhkan Sabda ketika mereka tahu bahwa Sabda akan sangat sulit untuk dilawan. "Harusnya kalian bilang ke Dimas. Sebenarnya kehadiran Dimas di sini itu buat apa? Buat puasin nafsu kalian?!" "Bukan gitu, Nak!" "Dimas capek! Kalian sadar kalau rencana kalian itu mggak ada satupun yang berhasil. Terus sekarang kalian bahkan sampai bawa-bawa Dimas segala. Kalian mikir nggak sih kalau soal jimat ini sampai kedengeran ke telinga orang-orang. Karir Dimas juga bakal hancur!" "Mama terpaksa lakuin itu. Mama cuma mau ka

