Di tengah kerusuhan Desti merangsek maju dan mencoba menampar Oma Shirley. Tapi tangannya ditahan Sabda. Pria itu bahkan mencengkram keras pergelangan tangan Desti sampai membuat wanita itu meringis. “Pria macam apa yang berani menyakiti wanita!“ Bara maju dan menolong Desti. Dia bahkan sampai mengarahkan pistol yang entah darimana dia dapat ke kepala Sabda. Aksi Bara berhasil membuat semua orang terdiam. Mereka bahkan sampai ikut menahan nafas karena takut kalau pria itu menarik pelatuknya. Apalagi sekarnag tatapam Bara sangat tajam kepada Sabda. Dia bertingkah menjadinorang yang sudah dihancurkan oleh Sabda. “Kamu harusnya berhati-hati. Peluru itu tidak memiliki mata.“ Sabda hanya tersenyum menghina. “Kalau anda seberani itu untuk membunuh saya, hal itu sudah pasti anda lakukan sejak
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


