Bad Mood

1625 Kata

“Makanan sudah siap!“ Suara Bi Susan membuat semua aktivitas mereka terhenti. Tidak ada yang akan melewatkan makan siang karena perut mereka juga sudah mulai meronta minta diisi. Para manusia itu mulai berkumpul di meja makan. Setelah dipersilahkan untuk memulai, Tama dengan cepat memanjangkan tangannya untuk mengambil makanan yang dia inginkan. Matanya berbinar saat masakan Bi Susan masuk ke dalam mulutnya. Tangannya otomatis membuat tanda jempol untuk wanita itu. Berbeda dengan Tama yang terlihat lahap. Mia malah hanya memandang linglung ke arah makanan yang tersaji di depannya. Sabda yang melihat keanehan dari istrinya itu langsung bertanya. “Kenapa? Apa makananya nggak sesuai sama selera kamu?“ Mia menggelengkan kepalanya sambil beralih untuk menatap Sabda. Diam diam sesaat sebelum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN