ESS 2 - Chapt 4

2103 Kata

     Pencapaian yang sudah ditempuh telah berada di ujung yang tidak mungkin bisa dilalui lagi, satu hal itu kembali diungkit oleh waktu semenjak Rein melihat wajah itu lagi. Perilaku yang dulu tak tampak kini mengumbar rasa itu lagi, bahkan kali ini perasaan Rein terombang ambing oleh kenyataan. Mana yang tepat? Hatinya selalu bertanya, bersama bayangnya terus merasuk.      Makanan di atas meja terlihat dingin dan Rein telah menambahkan saus tomat juga penyedap rasa lain. Kemudian lamunan Rein goyah ketika tangan Bevan mengusap rambutnya, tiba saja ia tersenyum dan melanjutkan makan siangnya.      "Ada apa hm?" Bevan memastikan jika Rein baik- baik saja setelah ia membiarkan adiknya itu menunggu lama karena mobil yang tiba saja mogok.      "Um… Nggak ada apa-apa kak," Rein menawarkan r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN