Rasa itu merangkap sekaligus membius aroma yang tertinggal di kulit, lidahnya terus menyapu apa wine di paha kemudian Rico meluruhkan gaun sutra Rein, tanpa berhenti membanggakan diri jika wanita di depannya semakin cantik. Pelan tanpa ingin mengakhiri permainan ini Rico merayap sambil menjilat perut Rein, ia tersenyum singkat saat jemari lentik itu meremasi kain sprei lalu mencengkram lengan nya kuat. Bukan hanya di situ saja, Rico menarik lutut Rein agar tertekuk kemudian ia membelai bagian lembut tertutup celana dalam, membukanya sedikit demi memudahkan jemarinya terbenam. "Aaahhh…," tangan Rein seketika menjambak rambut Rico, dadanya membusung lalu menoleh ke sembarang arah. "Mas… Aahh…" Jika sudah seperti itu Rico pasti mulai tidak tahu diri akan pesona itu, sua

