Melihat keadaan sekitar sudah membuat Rico merasakan pening di kepala yang semakin menjadi, ia diam dan tertunduk sambil memijit pelan pelipis. Saat pelayan datang membawakan menu yang telah dipesan itu kini Rico malas menatap piring di atas meja, meski Rein terus meyakinkan jika menu itu sehat tetap saja ia perut dan anggota tubuh lain menolak kedatangan momen ini. "Maaf sayang, mas nggak bisa. Nggak sanggup." Ucap Rico bangkit dan ia berjalan cepat meninggalkan ruangan. "Mas." Rein pun gagal menikmati menu yang sudah ditunggu mengganjal perutnya malam ini, ia memilih mengejar Rico karena terlalu khawatir ketika melihat Rico berjalan sambil memijit tengkuk. Jarak mereka pun telah dilalui hingga Rico dan Rien berada di parkiran, seketika Rico menopang kepala pa

