Takdir yang sudah di rencana demi memperbaiki semua salah yang telah ia sadari memang bukan hal mudah. Rico mengamati berkas yang sudah ada di meja kerja sejak kemarin membuatnya teringat akan perbuatan itu lagi, tapi Rico kemudian menyimpan sebuah pemberitahuan dari anak buahnya bahwa Bevan dan polisi sudah kehilangan jejak. Ya, tidak dapat dipungkiri jika Rico merasa senang dengan keadaan ini. Tapi sekali lagi ia berpikir egois karena ingin tetap bersama Rein. Calon pendamping hidup yang sudah lama ia rindukan. Saat lamunan Rico mengenai wajah itu datang dan terasa indah, pintu ruangannya diketuk oleh sekretarisnya. "Masuk!" Tanpa menunggu lama wanita muda berpenampilan seksi itu masuk dan seperti biasa memberikan sambutan untuk Rico. "Selamat siang Pak. Ada tamu ya

