Nomor Dua

1512 Kata

Pagi ini, saking mengganggunya berbagai gejala yang Heksa rasakan, anak itu terpaksa minum obat yang dibelikan sang ayah. Obat penahan nyeri sekaligus antispasmodik, juga antiemetik. Heksa sengaja meminumnya pagi˗pagi sekali setelah melaksanakan salat subuh bersama mama dan saudara kembarnya agar sebelum berangkat sekolah kondisinya sudah jauh lebih baik. Namun, siapa sangka kalau badannya justru tampak merah-merah beberapa saat setelah obat itu tertelan. Karena terkejut sekaligus panik, ia memberanikan diri bicara pada Reksa. “Bang." Reksa yang tengah mengambil pakaian seragamnya di lemari, spontan menoleh. “Apa?” “Badan gue merah-merah masa.” Alis tebal Reksa bertautan. Pemuda itu menghentikan kegiatannya, lalu mendekati sang adik. “Lo makan apa tadi?” tanyanya kemudian. Heksa memang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN