Seperti biasanya Batara selalu memperlakukan Aruna dengan sangat baik. Saat makan Batara memperhatikan selera makan Aruna. Ketika ia merasa makanan yang dimasukkan oleh Aruna ke mulutnya terhitung sangat sedikit, Batara tidak akan segan-segan memerintah Aruna untuk makan lebih banyak lagi. “Saya ingat, ketika kamu berkunjung ke kapal pesiar ini, kamu makan dengan lahap. Lihatlah semua makanan ini, nggak ada yang menggugah seleramu? Atau ada makanan lain yang sangat kamu inginkan? Saya bisa memerintahkan seseorang mencarikannya untukmu.” Aruna menggeleng. Wajahnya tampak setingkat lebih muram. Sebenarnya Aruna sangat ingin memasukkan semua makanan di atas meja ini ke perutnya. Namun sikap Batara saat ditanya apakah pria itu akan menikahinya, membuat Aruna jadi tidak b*******h melakukan

