42. Menikmati Hari Bersamamu

1012 Kata

Embusan napas Batara yang terdengar begitu sensual di telinganya, menimbulkan sensasi geli bagi kulit Aruna. Bukannya terangsang oleh kecupan-kecupan yang dilayangkan oleh Batara, Aruna malah menggelinjang kegelian. Tak lama kemudian terdengar bunyi aneh dari perut Aruna. Membuat Batara menghentikan aktivitasnya sejenak. Karena tidak terdengar lagi, pria itu kembali menciumi bahkan menjilat cupang telinga Aruna. Lalu terdengar suara yang sama seperti sesaat yang lalu. Kali ini suaranya bahkan jauh terdengar lebih keras dan jelas asal suaranya. “Perut kamu kenapa, Aruna?” tanya Batara heran sekaligus khawatir. “Sepertinya perut saya keroncongan, Batara,” jawab Aruna dengan polosnya sambil menyeringai. “Kamu lapar?” tanya Batara. Aruna mengangguk malu. Ia merutuki kekonyolan yang dib

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN