Cekittt... >>>>>> Kaki itu berlari dengan cepat, pandangannya hanya menuju satu arah, yaitu kerumunan orang-orang yang berada tak jauh di depannya. "Adrian"panggil Evan yang sudah berada di tempat kejadian sebelum Adrian, di karenakan pria itu harus menitipkan sang Putri kecilnya pada sang ibu. "Dimana dia? " "Seharusnya dia berada di sini!!"gumam Adrian terlihat begitu bingung dan gelisah. "Adrian"gumam Evan hanya bisa menatap Adrian dengan wajah sendu, berkali-kali lidahnya membasahi bibirnya dengan gugup. Entah bagaimana caranya dia menyampaikan tentang semua ini pada Adrian. "EVAN JAWAB AKU"teriak Adrian seraya mencengkram kerah kemeja Evan dengan kuat. Wajah Adrian benar-benar ketakutan, matanya menatap Evan dengan nanar. "Banyak dari para penumpang yang

