Vhyung merapikan gumpalan kertas-kertas di mejanya, memasukannya kedalam tempat sampah dan sebagian lagi yang masih berbentuk lembaran dia rapikan kedalam sebuah draft lalu disimpannya dilaci meja. Merapikan alat tulis yang usai dia gunakan. Pekerjaannya usai dan ia telah bersiap untuk pulang. Berdiri merapikan kemejanya yang kusut karena terlalu lama berada dalam posisi duduk. “Sudah mau pulang bos ?” tanya asistennya yang menyadari ada gerak-gerak tak wajar yang menandakan bosnya telah muak dengan pekerjaan. Dia sendiri belum bisa pulang karena ada hal yang harus dia kerjakan dan selesaikan dalam tenggat waktu yang kurang dari satu hari lagi. Vhyung hanya melirik asistennya yang nampak kepayahan dengan sebuah anggukan. “Iya.” Jawabnya ringan. “Maklumlah, Kira. Vhyung kan sudah menik

