42

1214 Kata

Wangi sop buntut khas masakan Dinda sudah memenuhi semua ruangan, membuat Devid mengendus-endus sampai di depan uap panas yang dinantikan. Dinda hanya terkikik melihatnya, setelah membagi sop dengan dua mangkok. Ia menyuruh Devid untuk makan malam duluan. "Si Cangcuts di sini aja, Ma ... ngapain dianterin!" seru Devid saat langkah Dinda sudah sepenuhnya sampai di ambang pintu. Dinda pun melirik anaknya. "Gak papa, mau liat Sinta juga," tolaknya seraya melanjutkan langkahnya. Devid berdecak, ia pun mulai menuangkan sopnya dan secentong nasi putih. Tak lupa, tablet yang berada di kantong celana dikeluarkan. Sekarang, tabletnya bertambah, menjadi sepuluh bulatan yang biasanya hanya lima. Tentunya, Dinda tak tahu itu semua. Setelah menelannya. Devid langsung menyuapkan nasi dengan kuah sop

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN