CHAPTER 22

1697 Kata

"Lo terlihat kaget ngeliat gue bangun dari koma." "Oh nggak, Danie. Gue cuma kaget lo ada di London." Rhea menaruh sendok kecil yang dia pakai untuk mengaduk teh milik Danie. "Gue tahu lo udah bangun." Danie mengucapkan terimakasih untuk tehnya. "Padahal lebih baik gue nggak usah bangun, ya?" berkata dengan ekspresi paling tenang. Rhea tidak menjawab. "Gue mau to the point kenapa ke sini." Setelah menaruh cangkir di atas meja, Danie siap dengan tujuan pentingnya. Deenan tidak ikut masuk ke apartemen Rhea, berkata ingin membeli sesuatu. Jadi di ruangan ini hanya ada mereka berdua. "Gue ingin bercerai dengan Deenan." "Kalau gitu pergi ke pengadilan, bukan ke sini." Apartemennya bukan penampungan masalah orang. "Lo nggak paham?" "...." "Satu-satunya orang yang bisa bikin Deenan mencer

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN