Alvaro masih berada di atas tubuh Airish, ketika ponselnya berdering. Dia segera menggulingkan diri dan merogoh celananya untuk mengambil benda yang terus saja berbunyi tersebut. Dia melipat kening melihat siapa yang menghubunginya. "Ya, Bi!" "Nyonya sakit, Tuan. Saya gak tahu lagi harus menghubungi siapa!" Alvaro segera mematikan ponsel dan bangun dari posisinya. Dia harus ke rumah orang tuanya sekarang! "Om ada apa?" Airish melihat suaminya yang tiba-tiba berubah raut wajahnya. Alvaro memandang Airish sayu. "Mama sakit, saya harus ke rumah Mama." "Aku ikut!" "Tidak untuk saat ini, Irish. Sakitnya Mama bukan sakit biasa. Kamu harus di rumah, jangan pergi tanpa pengawal. Oke!" Alvaro mengecup kening istrinya. Dia kemudian pergi dari sana dan bersiap ke tempat orang tuanya. Ada

