Bukan Bunuh Diri tapi Pembunuhan

1269 Kata

“Cucu mama mana, Varo?” tanya Arniaz ketika mereka sedang bersantai di ruang keluarga. Varo menegakkan badan, ia kemudian menghampiri mamanya yang duduk di depan. “Mama mau cucu?” Ia melirik Airish yang telihat mendengarkannya. “Nanti Varo buatkan, ya.” Airish melemparnya dengan bantal sofa yang ada di sampingnya. Ia memajukan bibir ketika Varo dengan sengaja malah menggodanya. "Kamu, cantik!" tunjuk Arniaz pada mantunya. "Cucu mama ganteng!" lanjutnya. Wanita itu mengambil air, lalu diminum sedikit. "Mana cucu?" “Iya, nanti pasti Mama gendong cucu, ya.” Varo menggenggam tangan mamanya. Arniaz kembali mengalihkan pandangan ke tivi yang berada di depan mereka. Dia sudah lebih baik dari sebelumnya. Asalkan obat ruti di minum, dalam waktu seminggu pasti akan seperti orang pada umumnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN