POV RIKO

1002 Kata
   Pertama kali aku bertemu Kinanti entah kenapa aku tertarik ingin mengenal dia, aku pun mencari-cari informasi tentang dia beruntung aku memiliki teman sekelas bersama Kinanti jadi aku bisa bertanya-tanya pada dia, ya awalnya aku sempat berfikir kepana aku suka pada dia ya secara fisik dia sama dengan gadis yang lain cuma bedanya dia memiliki tinggi badan di atas rata-rata dari gadis seusianya,wajah oval, kulit sawo matang, rambut ikal, tatapan mata tajam, hidung pesek,bibir seksi dan memiliki senyum manis yang di dukung oleh gigi gingsul. Membuat ku tertarik pada gadis itu, setelah aku tau dia adalah gadis yang terbilang pendiam dan terkadang cuek di sekitarnya tapi jika dia sudah menjalani pertemanan sikap gadis itu sangat hangat kepada temannya.    Ku cobak meminta nomor kontak w******p dari adik kelas ku, dan ku cobak hubungi dia lewat pesan singkat ku, ya karena aku tau dari adik kelas ku kalo kina tidak akan suka langsung di telepon dia lebih suka mendapatkan chat dari pada di telepon.    Setelah aku chat kina, dia membalas dengan singkat dan mungkin cuek kepada ku, ya gimana gak mau cuek orang yang chat dari nomor yang gak di kenal hehehe. Aku memperkenalkan diri ku sebagai Riko dan aku bilang kalo besok ingin bertemu dengan dia, untuk menyatakan masut ku kenapa aku menghubungi dia, aku tak sabar mendengar jawaban darinya karena semenjak sebulan lalu awal pertemuan ku pada kina aku ingin memilikinya. ****   Hari ini aku putuskan untuk langsung menemui kina di kelasnya, yang tak jauh dari kelas ku. Ku hampiri kina di depan mejanya dan mengajaknya untuk keluar kelas, sialnya bel masuk jam pelajaran pertama sudah tiba, ku urungkan niat ku. Sebelum keluar kelas aku berkata dengan kina, akan menemui dia pada jam istirahat pertama untuk memberitahu apa tujuan ku yang sebenarnya.    Akhirnya waktu yang ku tunggu sudah datang, segera ku keluar dari ruang kelas menuju ke kelas kina. Tak banyak basa-basi ku tarik tangan kina dan mengatakan untuk ikut aku sekarang, dengan wajah terkejut kina memberontak kepada ku tapi tak ku hiraukan ocehannya, entah karena aku sedikit gugup atau apalah yang penting hati ini ingin tau jawaban dari kina.    Aku menuju ke gedung serbaguna karena aku tau di jam istirahat pertama tak ada seorang pun di gedung ini, bagus kalo ternyata kina menolak ku tidak masalah dan aku tidak terlalu malu sih pikir ku. Ku ucapkan masut dan tujuan ku kenapa aku membawa dia kesini, raut wajah kina sangat dingin apa sampai menggigil di depannya," kenapa dia, kenapa kina dia saja?? Ayolah kina jangan buat aku makin penasaran dengan wajah datar mu dan aura dingin mu itu, bisa-bisa aku mati penasaran!!". Aku semakin di buat penasaran di buatnya, semakin ku menerka-nerka semakin ku tak sabar menggung jawabannya.  Tak lama Kinanti menjawab pertanyaan ku, ya sudah ku duga kalo gak di terima ya di tolak tak apa lah yang penting aku sudah menyatakan perasaan ku pada kina. Ya salah ku sendiri sih main tembak aja udah tau bakal berakhir seperti ini, mana mungkin anak orang terima gitu aja ajakan ku untuk jadi pacar ya sudah lah.  Tak lama kina pergi meninggalkan ku yang masih membeku atas penolakannya, aku kira dia akan menoleh ke arah ku tapi kenyataannya dia sama sekali tak berbalik ke arah ku. Aku masih terdiam di tempat ku berada, ku tatap kepergiannya sampai dia hilang di pandangan ku, 15 menit ya ku rasa sudah lebih aku terdiam di sini " Ya Tuhan, aku belum pernah ditolak seorang gadis selama ini. Baru pertama kali ada seorang gadis menolak ku, aku gak boleh putus asa akan ku buktikan kalo ucapan ku serius ke kina". Dalam hati aku harus merebut hatinya. *****     "Cie cie ada yang di tembak ih, sama kakak kelas??" Dengan suara cemprengnya Tasya menggoda ku.      " Apaan sih sya!!" Aku pun duduk di kursi ku.      " Aduh gak usah sok gak paham deh kin, lau kan tadi di tembak sama kak Riko kan? Hayo ngaku aja!!" Dengan selidik Tasya bertanya pada ku.      " Ya emang kak Riko tembak aku dan...' sebelum ku tuntaskan perkataan ku Tasya main serobot aja       " Dan lau terima kan, wah manta PJ dong pajak jadian hahaha" sambil mengangkat tangannya seperti pengemis Tasya meminta bagusnya.       " Ini anak main serobot perkataan ku, buka di terima malah sebaliknya aku tolak" dengan menurunkan tangan Tasya dari wajah ku, ku jelaskan semua yang terjadi.     " Aduh kin, sampai kapan lau jadi jomblo terus sih?? Emang kak Riko kurang apa sih, dia kan ganteng dan cukup keren, apa cobak kekurangannya kin??"     " Kurang pendekatan, main nyelonong aja soal kepedean dan aku gak suka sikapnya yang kayak gitu" jawab ku kepada Tasya.      " Ya juga sih, apa lagi yang di tembak seorang Kinanti punya sifat cuek sama cowok kecuali sama Najib" seru Tasya       " Apaan sih sebut nama ku, inget ya aku itu anggep kalian sebagai temen aja" sahut Najib yang selama ini hanya mendengarkan obrolan ku dan Tasya.      " Ya ya kami tau, kalo lau itu anggep kita ini bukan cewek tapi para monyet kan" seru Tasya menjawab perkataan Najib.      " Eh kok monyet sih, lau aja aku mah ogah di samain kayak monyet" bantah ku dengan perkataan Tasya.  Tak beberapa lama bel masuk pun berbunyi tanda jam pelajaran ke empat pun akan di mual, selama waktu pelajaran aku tak perduli bisikan teman-teman di belakang, ku fokus kan pendengaran ku ke depan agar bisa menyimak apa yang guru terangkan di papan tulis. Sebenarnya aku tak nyama dengan bisikan mereka yang suka membicarakan orang di belakangnya, emang mereka gak berani apa bicara langsung ke pada ku, kok suka kali ngomong di belakang.   Merasa bising guru pun menegur mereka agar fokus di papan tulis, " kasian siapa suruh berisik, pas ada guru ada di depan hahaha" gumam ku dalam hati, akhirnya pak guru memberikan kami sebuah tugas kelompok dan harus di kumpulkan nanti setelah istirahat kedua, lagi gak mood gara-gara kejadian tadi ini malah di kasih tugas kelompok ya sudah lah di kerjain dulu untung aja kelompoknya cuma beranggotakan empat orang ya otomatis kita pas deh aku, Najib,Tasya dan Niky hehehe.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN