Kamu harus Mati

1282 Kata

Tuan Muda m***m - 77 By: Anieda Tannisha Yasmin mengerjap manakala ponselnya berdering, ia bangkit dari ranjang untuk mengambil benda pipih putih pemberian sang suami yang disimpan di atas meja kerja. Senyum terulas ketika melihat nama kontak di layar adalah "Tuan Muda m***m". "Halo, assalamualaikum." "Waalaikumsalam, kamu dah tidur, ya?" tanya Gagah di ujung telepon sana. "Huum." "Maaf, aku ganggu kamu." "Santai weh, saya malah seneng Mas Gagah nelpon." "Kenapa gitu?" "Kangen, hihi." Tawa Gagah terdengar renyah, Yasmin tersipu malu pipinya merona kemerahan. "Nanti aku pulang, kita kangen-kangenan ya," goda Gagah membuat d**a Yasmin berdesir sekaligus berbunga-bunga. "Mas Gagah kangen gak sama saya?" "Enggak!" Hati Yasmin mencelos menganggap ucapan suaminya barusan serius.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN