••• Meski jarak Bandung ke Jakarta tidaklah dekat, tapi Naga tetap datang setelah Bulan menghubunginya, ia hanya sendirian karena Kinta sibuk dengan urusannya yang lain. Begitu sampai di depan rumah Bulan, satpam membuka gerbang dan mengizinkan mobil Naga masuk hingga berhenti di pelataran luas rumah besar itu. Naga turun seraya mengeluarkan sekantung buah apel merah yang kini dibawanya menghampiri pintu utama, Naga menekan bel hingga seseorang membuka pintu. "Selamat siang, lho ... kok Simbok kayak kenal sama Mas yah?" Darmi mengamati Naga dari ujung kaki hingga kepala, mereka memang pernah bertemu saat Naga terlelap di mobilnya yang ia parkir di sisi jalan dekat rumah Bulan beberapa hari lalu. "Saya Naga." Laki-laki itu mengulurkan tangan dan disambut oleh Darmi. "Mas Naga namanya?

