Part 28

1160 Kata

Dua hari telah berlalu namun Lily masih setia menutup mata. Entah apa yang di mimpikan wanita cantik itu hingga betah tertidur lama. Belum ada perkembangan apa pun selama dua hari ini akan tetapi Arthur tetap setia menunggu Lily terbangun. Meski menunggu terasa sangat menyakitkan bagi Arthur. Pria itu ingin segera melihat matenya membuka mata dan tersenyum ceria padanya. Rindu sekali rasanya ia dengan senyuman manis dan malu-malu Lily. Terutama rindu dengan suara imut Lily yang menghiasi hari-hari kelamnya. Kini, dia merasa seperti kembali ke masa lalu. Dimana dia selalu merasa sendiri dan kesepian. Dimana dia selalu merasa kosong dan kurang. Pikirannya melayang jauh, ke hari pertama dia bertemu dengan Lily. Saat itu, setelah membunuh seseorang untuk meluapkan hasratnya, ia terbang d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN