Aku masuk ke dalam rumah di mana tampak Ezra sedang berbicara dengan kedua kakakku serius, kedatanganku menghentikan pembicaraan mereka bertiga secara perlahan kedua kakak aku meninggalkan kami di ruang tamu dengan terpaksa aku duduk bersama Ezra. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan tapi satu hal yang aku yakini adalah Ezra tidak menyerah untuk mengajak aku menikah dan seketika aku lelah dengan kedua pria ini karena bagaimana pun kami baru bertemu meskipun sudah melakukan hubungan di luar batas tapi bukankah itu wajar. "Lama sekali" ucap Ezra menatapku lembut "maaf tadi gak bisa nemenin." Aku mengangguk pelan "gak apa-apa" jawabku mencoba untuk tersenyum "ada apa?" tanyaku mengalihkan perhatian Ezra. Ezra menarikku ke dalam pelukannya lalu mencium bibirku dengan gairah, secara perl

