Aku terkejut dengan suara Rey yang berasal dari dapur, aku menatapnya yang sedang menyiapkan makanan di dapur. Berbagai pertanyaan ada di benakku untuk apa Rey datang ke sini dan seketika aku langsung berpikir negatif jika dia membutuhkan tempat memuaskan keinginannya. “Makan,” ucap Rey duduk di meja makan tanpa menatapku. Aku duduk perlahan di sebelahnya dengan mengambil nasi dan lauk, meskipun aku sudah makan di rumah entah kenapa saat ini aku sudah lapar apa lagi melihat menu makanan yang ada di meja. Kami makan dalam diam tidak ada pembicaraan sama sekali dan itu berbeda dengan hati serta pikiran yang ada di benakku saat ini. “Kamu gak tinggal di sini?,” tanya Rey ketika kami selesai membersihkan meja makan. Aku menggelengkan kepala “aku ingin mandiri.” Rey menatapku tajam dan men

