Prolog

822 Kata
Shabira Audrey berusia 23 tahun yang terbiasa dipanggil Audrey oleh teman-teman sekolah dan lingkungan sekitar, bebek panggilan dari seluruh keluarga besar. Bukan karena cerewet namun lebih karena kegemarannya akan karakter donald bebek. Empat bersaudara dengan satu kakak perempuan bernama Olla sudah menikah serta memiliki anak, satu kakak laki-laki bernama Miftah yang sudah bekerja namun jarang ada di rumah serta adik laki-laki bernama Nizar yang masih sekolah SMA. Sang ayah bekerja di BUMN sedangkan bunda dulunya guru namun semenjak menikah dan memiliki anak akhirnya memilih untuk fokus dengan kegiatannya sebagai ibu rumah tangga mengurus dan mendidik anaknya dengan tangan sendiri. Sudah sebulan semenjak wisuda Audrey masih di rumah, sudah melamar dimana-mana belum diterima sedangkan panggilan ada cuman belum rezeki. Hingga suatu ketika Audrey diterima di salah satu pabrik bukan pabrik besar, meskipun begitu kehidupan di kampus dan dunia kerja pasti berbeda dan Audrey harus bisa beradaptasi dengan baik di dalam pabrik tersebut karena sangat berbeda penuh. Ezra Mahaprana berusia lebih dari 30 tahun karyawan manufaktur yang sudah bekerja hampir 4 tahun sekarang menempati posisi sebagai leader di produksi. Ezra sosok yang menjadi panutan bawahan dan selalu diandalkan atasan, jam kerja manufaktur yang shift membuat Ezra harus selalu siap apabila dibutuhkan kapan saja karena Ezra adalah andalan di pabrik ini walaupun mempunyai orang yang ada di atas Ezra. Wisnu Haditama yang berusia 34 tahun partner Audrey yang mengalami kegagalan dalam percintaan di mana diputus satu bulan menjelang pernikahan yang menurut gosip beredar karena sang calon berselingkuh, Wisnu sendiri sudah lama bekerja di manufaktur ini kurang lebih sama dengan Ezra. Wisnu tahu semua rahasia Ezra begitu juga sebaliknya hanya Audrey yang tidak tahu ada apa di antara mereka dan menganggap semua baik-baik saja karena memang Audrey tidak pernah memiliki pemikiran negatif dengan orang lain jadi apa pun itu Audrey akan mencoba berpikir positif. “Lalu siapa yang akan kamu pilih di antara kami?” tanya Wisnu menatap Audrey dengan menahan gairah “kamu tahu bagaimana aku menyukaimu bahkan milikmu selalu merespon apa yang aku lakukan ini” Wisnu mendorong lebih ke dalam membuat Audrey mendesah “bahkan kamu menikmati sentuhan aku ini” ucap Wisnu yang semakin cepat menggerakkan bagian bawahnya. “Kamu bermain bersama Wisnu?” Ezra menatap Audrey tajam “kenapa?” Audrey hanya bisa diam tidak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan Ezra “apa aku terlalu kasar? aku tidak punya waktu?” Audrey hanya bisa menggelengkan kepala dan itu semua membuat Ezra frustasi “aku sudah gak ada hubungan sama dia” tegas Ezra lagi. Suatu keadaan membuat Audrey harus jujur dengan mereka berdua dan tanggapan berbeda yang Audrey dapatkan dari mereka berdua dan itu sukses membuat Audrey menjadi dilema atas apa yang dilakukan. Satu hal yang mereka tidak tahu adalah Audrey bukan hanya bermain bersama mereka saja tapi ada pria lain yang masuk di antara mereka, bukan mantan Audrey melainkan adik tiri sang ayah. Tidak banyak yang tahu mengenai hubungan mereka berdua karena semua terhenti ketika pria tersebut menikah, sayangnya ketika Audrey bermain bersama kedua pria yang merupakan partnernya tersebut pria ini datang dan mengaku telah bercerai. Perceraian itu membuat pria ini tinggal bersama keluarga Audrey karena paksaan sang ayah Audrey dan ini membuat mereka berdua semakin dalam melakukan perannya ketika berada di rumah bahkan mencari kesempatan untuk menuntaskan nafsu mereka satu dengan yang lain. Mereka berdua seakan lupa berada di mana karena menganggap semuanya aman dan tenang, tapi Audrey tidak tahu apa yang akan di alami dirinya nanti ke depan karena dirinya ingin menikmati sentuhan mereka bertiga dalam waktu berbeda. Satu sisi Audrey menikmati tapi di sisi lain merasa menjadi pemuasnafsu bagi mereka bertiga, Audrey berasa seperti w************n jika melayani mereka walaupun mereka melakukannya sangat lembut hanya saja semuanya terasa berbeda bagi Audrey setiap sentuhan mereka bertiga. “Mau sampai kapan kamu begini?” Audrey hanya diam ketika pria ini bertanya pada dirinya karena sekali lagi tidak tahu harus menjawab apa. Pria yang baru ditemui Audrey dalam suatu acara dan hampir terjebak dalam permainan sang sahabat, entah sejak kapan mereka berdua menjadi dekat tapi sayangnya pria ini sudah bertunangan dan akan menikah ditambah tidak akan tergoda dengan Audrey bagaimana pun mencoba merayu. Audrey nyaman curhat dengan dirinya sebagai seorang teman atau mungkin kakak seperti halnya Miftah tapi sayangnya Audrey tidak mungkin bercerita pada Miftah mengenai apa yang dirinya perbuat karena jika pun bercerita maka pasti akan lebih marah dan ayahnya akan mengusir adiknya. Ketiga pria ini sudah meminta Audrey untuk menerima lamaran mereka hanya saja yang Audrey pikirkan adalah apakah mereka memang memiliki perasaan atau hanya mengenai nafsu saja pada Audrey. Menurut teman prianya tersebut lebih baik Audrey memahami perasaannya tanpa ada mereka dan akhirnya Audrey mengambil keputusan menjauh dari mereka bertiga tanpa memberitahu di mana dirinya berada. Lantas apa yang akan Audrey lakukan, apakah akan memilih atau meninggalkan mereka semua. Waktu yang Audrey miliki tidak terlalu banyak jadi harus segera diputuskan apabila tidak mereka akan semakin mengejar Audrey sampai kapan pun dan tanpa mengenal waktu sama sekali.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN