Tiga hari sudah berlalu, setelah kedatangan Alvaro di malam itu. Sejak hari itu Keisha merasa serba salah, terus-menerus memikirkan bagaimana nasib Alvaro ketika ditinggalkan oleh orang tuanya. Keisha sudah merasakan kehilangan sejak dia kecil, dia dia cukup paham bagaimana rasanya. Keisha menuangkan tetes demi tetes serum ke wajahnya, kemudian mengekplorasi ke seluruh wajahnya. Matanya menatap lurus ke arah cermin, sementara pikirannya melanglang buana. Bahkan dia tidak sadar kalau ada Doni yang memperhatikannya sejak beberapa menit tadi. Keisha merasakan ada dua tangan yang melingkar di lehernya, sehingga pergerakannya yang hendak melanjutkan acara skincare malamnya pun terhenti. Matanya menangkap sosok Doni dari pantulan cermin. "Aku perhatiin kamu jadi pendiam selama tiga hari ini,"

