Tara mendekat ke brankar Elena dengan air mata yang tak henti mengalir di pipinya, ditatapnya wajah Elena yang tertidur dengan tenang, wajah itu adalah wajah yang sama yang menyambutnya dengan senyuman dipagi hari saat dia bangun tidur tapi sekarang hanya ada wajah pucat dengan matanya yang terpejam untuk selamanya, Tangan itu adalah tangan yang sama yang selalu membelainya lembut dengan penuh kasih sayang, yang memeluknya erat kemarin, tangan yang sama yang selalu menimangnya waktu masih kecil, tangan yang sama yang digunakan untuk mengusap punggungnya saat merasa ketakutan, tangan yang sama yang digunakan untuk membuatkanya masakan terenak yang pernah ada, tangan pertama yang menyuapinya, tangan yang sama yang menggenggam erat tanganya dulu untuk mengajarinya berjalan sekarang hanya ti

