Emilio POV Brugh…tubuh Yuwen di tendang berkali-kali, Lio menyeringai mendapatkan lelaki itu ber muntahan darah. Seringai di wajah Lio semakin terbit saat Yuwen memohon agar dia dilepaskan saat ini juga. “Lio, kemarilah!” Aku berhenti menendang tubuh Yuwen, lalu mendekat ke arah Katty yang semenjak beberapa jam lalu sibuk dengan layar di depannya. Teresa yang juga duduk di sebelahnya ikut menatap layar di depan Katty. “Bom itu benar-benar tidak bisa dijinakkan, hanya ada satu celah yang ada. Dan itupun tidak memungkinan untuk membukanya saat ini!” “Aku juga mendapatkan hal yang sama, sejak tadi aku sudah memeriksanya dan apa yang Katty ucapkan memang benar. Tidak ada celah untuk kita, jadi…” Aku mengangguk, jalan satu-satunya adalah hanya dengan bertanya secara langsung pada Yuwen de

