Emilio POV “Berhenti!” Ken yang tetap berjalan di sebelahku berhenti, menatapku dengan kening berkerut, juga dengan tatapan penuh tanya. Perhatianku tertuju pada atap yang sedikit bergetar. “Ada apa, Lio?” bisik Leano “Sepertinya…sepertinya ini hanyalah jebakan, aku sudah tahu jika bájingan ini pasti tidak akan pernah berkata jujur!” Brugh Badan Yuwen kembali terlempar. Aku membanting tubuhnya berkali-kali, tidak ada perlawanan sama-sekali darinya. “Lio…tidak, hentikan itu!” Badanku tertarik, Teresa dan Ken menahan tubuhku. Nafasku tersengal menahan emosi yang kini tengah berada di puncak kepala. Yuwen hanya diam, sama-sekali tidak menampilkan ekspresi apa-apa. Tatapannya tertuju ke depan. “Ini bukan atas kemauanku, Lio. Kau…” “Diam bedebáh sialan, aku akan membunuhmu jika sampai

