"Aaahhh...! Aahhh...! Pelan-pelan, Ken! Sakit!" "Sakit apanya? Aku saja belum mulai melakukannya, kok. Kenapa kau sudah merasa kesakitan seperti itu?!" "Y-ya ... pokoknya pelan-pelan saja. Jangan ditekan terlalu keras. Sakit." "Ini sudah pelan-pelan, Sayang! Makanya kau jangan terlalu banyak gerak." "Maaf. Tadi itu aku hanya—aahhh! Aahhh! Astaga!Sakit, Ken! Sakit!" "Makanya saat kubilang jangan bergerak ya jangan gerak! Yang ada kau makin kesakitan, kan?!" Malam bergerak kian larut, namun gema teriakan Jiera yang mirip suara desahan itu terdengar semakin keras. Wanita itu meringis kesakitan. Berusaha menahan segala rasa sakit yang bersarang di sekitar pinggulnya. "J-jangan keras-keras, Ken! Sakit. Nanti kalau pinggangku patah, bagaimana?" lirih Jiera yang saat ini tengah berbaring d

