Situasi Apa?

1422 Kata

Seperti biasa, kebiasaan Abel yang sangat dia banggakan yaitu melihat wajah suami ganteng nan tajir di sampingnya. Abel senyum-senyum sendiri melihat pemandangan itu. Dia sampai tidak sadar sekarang sudah pukul delapan pagi. Oh lupakan, lupakan itu. Kalau dia yang terlambat bangun maka tidak masalah. Ke kampung sore hari pun tidak akan ada kerugian satu sama lain. Tetapi berbeda cerita dengan Bapak dosen ganteng nya. Apalagi dia ada kelas mengajar pagi. Abel harus segera mengakhiri aksi pandang memandangnya, "Pak bangun, udah jam delapan!" Pak Edgar hanya menggeliat sedikit saja, Abel tahu sang suami sangat lelah sekali apalagi semalam tidur pukul satu dini hari karena menyelesaikan pekerjaan. Ya, apalagi kalau bukan penilaian akreditasi kampus. Abel kembali mencoba, "Bapak sayang, ban

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN