"Randi" ujar Edgar penuh penekanan. Jika orang di depannya ini bukan mahasiswa maka Edgar tidak segan-segan untuk membawanya langsung kepada pihak berwajib. Tetapi Edgar masih punya rasa simpati, Randi adalah anak didiknya sendiri dan sebentar lagi akan menyelesaikan pendidikannya. "Maaf Pak," Edgar tidak butuh ucapan maaf, dia hanya ingin tahu apa alasan Randi melakukan tindakan memasuki lahan privasi orang lain secara ilegal. "Saya tidak butuh maaf dari kamu, saya tanya kenapa kamu melakukan ini?" tanya Edgar lagi. Aura ruangan sangat tidak baik. Bahkan keringat muncul pada dahi dan leher Randi padahal pendingin ruangan hidup dan pada tingkatan suhu yang paling tinggi yaitu 18 derajat celcius. Edgar memang sengaja membuat suhu ruangan menjadi dingin, supaya dia bisa mengontrol diri

