Fera menghela napas panjang. Gadis yang saat ini duduk di sofa ruang tengah hanya bisa menatap datar Agung yang menatapnya penuh penjelasan. Ia memang tidak berjanji akan menceritakan masalah tadi pada Agung. Tapi, terkadang Agung menjadi orang yang sangat menyebalkan jika sudah kepo dengan masalah orang. Seperti sekarang misalnya. Sudah rencananya hanya untuk memenuhi ngidam Suzi sampai menginap di apartemennya yang jelas hanya memiliki dua kamar. Satu kamar utama—di mana Fera tertidur. Dan satu lagi kamar kosong yang hanya berisi kasur lantai dengan segala barang yang Fera masukkan ke dalam sana. Salah satu sifat buruk Fera yang akan menumpuk barang pada satu tempat. Ya, memang menumpukkan barang pada ruangan tersembunyi adalah kebiasaan yang tidak bisa dihindari. Dan tentu saja jika ada

