Gean menatap jalanan lenggang di depannya. Kakinya mengetuk beberapa kali. Mencoba menghilangkan rasa bosan dari kata menunggu. Wajahnya yang sejak setengah jam yang lalu tersorot matahari itu kini memerah. Teriknya panas membuat kulit putihnya berubah warna. Memiliki kulit yang sensiti sedikit merepotkan. Apalagi dengan matahari yang tampak sangat bersahabat dengan cuaca cerah di sekitarnya. “Maaf nunggu lama. Kamu dari kapan di sini?” Tanya seorang gadis yang baru saja keluar dari dalam gedung di belakang Gean. Tubuh mungil itu terbalut kemeja berwarna putih yang ditutup jas berwarna hitam. Dengan rok span selutut yang dilapisi stocking berwarna hitam. Kaki jenjangnya yang biasanya terekspos jelas itu kini tertutup bahan berjaring yang jelas tidak bisa membuat pandangan Gean lepas. W

