Ch. 33 (HH)

2319 Kata

“Jadi Gean nyangkanya kalau Fera cuek sama dia?” Helaan napas terdengar jelas dari sebrang sana. Angel ikut menghela napas mendengarnya. Gadis yang saat ini sedang memasukkan jarum pada salah satu kain yang ia tempel pada manekin itu memilih memperbesar suara ponselnya dan menyimpan di atas nakas. Membiarkan suara lelaki yang sudah ia rindukan sejak 4 hari yang lalu itu menggema di ruangannya. “Aku gak tahu harus gimana. Tapi mereka harus ngomong berdua. Sebelum ada orang lain yang bilang dan malah memperbesar masalah. Kamu tahu kan, kakek sesusah itu dibujuk buat paham? Beliau bahkan nyangkanya aku sama Gean bohong.” Angel mengambil pulpen dan menuliskan ukuran yang baru saja ia gunakan untuk memasang kain sebelumnya pada sebuah buku sketsa. Mengangguk paham, Angel lalu mengambil bah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN