Suara langkah kaki yang sejak tadi memenuhi ruangan itu seketika redup kala melihat sosok perempuan dengan baju tidur panjangnya itu menangis kecil di dekat sofa. Gean mengernyit, ia tahu jika sejak siang tadi mamanya memang terus bergumam tidak jelas dan terus membayangkan hal-hal yang aneh. Ketakutan Riana tentang pernikahan Gean benar-benar berlebihan. Gean tidak bisa menyalahkan hal itu juga pada Riana sepenuhnya. Karena seperti yang dikatakan nenek dan kakeknya, akan ada masa di mana kecemasan seorang ibu meningkat. Apalagi ini Gean yang manja dan naifnya sangat Riana ketahui lebih dari siapapun. Bahkan dibanding Rian, Gean adalah sosok yang paling dekat dengan Riana. “Udah, Na. Kan besok acaranya. Kenapa nangisnya sekarang?” Tanya Carly—nenek Gean yang sedang berusaha menenangkan R

